This is a free and fully standards compliant Blogger template created by Templates Block. You can use it for your personal and commercial projects without any restrictions. The only stipulation to the use of this free template is that the links appearing in the footer remain intact. Beyond that, simply enjoy and have fun with it!

Saturday, February 21, 2009

Karya tulis Di Yogyakarta

Karya Tulis SMA Ke Yogyakarta


HALAMAN PERSETUJUAN


Karya tulis ini telah diperiksa dan disetujui oleh pembimbing untuk melengkapi sebagian syarat dan tugas Menempuh Ujian Akhir Nasional (UAN) Tahun pelajaran 2008/2009 SMA

pembimbing

HALAMAN PENGESAHAN


Karya tulis ini telah disyahkan Pembimbing dan Kepala Sekolah untuk melengkapi sebagian syarat dan tugas guna menempuh Ujian Akhir Nasional (UAN) SMA

Hari :

Tanggal :


MOTTO

· Hidup adalah anugerah sang pencipta, maka dalam menjalani hidup kita harus berbuat sesuatu yang berguna.

· Mutiara yang paling berharga adalah wanita yang dapat menjaga kehormatannya.

· Kehormatan adalah ibarat sebuah pulau yang sangat curam tanpa tebing, sekali jatuh tak dapatlah menaikinya.

· Studyku adalah masa depanku, akhiratku kebahagiaan adalah impianku.

· Dengan seni hidup jadi lebih indah dengan ilmu hidup jadi lebih mudah dengan iman hidup jadi terarah

· Kejujuran dan kerja keras merupakan unsur yang baik bagi kepribadian pribadi tanpa diarahkan dan dikemukakan oleh tujuan hidup jelas tidak membuat seseorang maju


PERSEMBAHAN

Karya tulis yang penulis buat, penulis persembahkan kepada :

· Yang tercinta Ayah dan Ibu yang memberikan do’a dan dorongan

· Yang saya hormati Ibu Kepala sekolah SMAN

· Yang saya hormati Bapak/ Ibu guru SMAN yang memberikan dorongan dan bimbingan serta staf SMAN

· Bapak Guru, selaku pembimbing Karya Tulis

· Teman – teman kelas XII IPA 1 dan lainnya, serta adik – adik kelas yang saya sayangi

· Pembaca yang budiman

KATA PENGANTAR

Piji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan nikmat, rahmat, taufik dan hidayahnya, sehingga penulis dapat menyusun karya tulis ini dengan baik dan benar. Penulis menyadari tanpa bantuan dari berbagai pihak, karya tulis ini tidak dapat terwujud dengan baik, Oleh sebab itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada :

  1. Ibu Kepala Sekolah SMAN yang telah memberikan ijin dan kesempatan bagi penulis untuk mengembangkan bakat dan pengetahuan.
  2. Bapak Guru yang telah membimbing, membina, dan mengarahkan sehingga dapat menyelesaikan dengan baik.
  3. Kepada Orang tua saya Bapak dan Ibu saya yang telah memberi dorongan, semangat, do’a dan restunya.
  4. Teman – teman semua yang telah membantu menyusun karya tulis ini
  5. Semua pihak yang membantu menyusun, yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Penulis mengharap saran dan kritik yang bersifat membangun pembaca dan karya tulis ini dapat memberi pengetahuan kepada para pembaca, untuk tertarik menikmati objek wisata di Yogyakarta

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Yogyakarta adalah tempat objek wisata yang tidak asing lagi dimata orang ataupun dari berbagai manca Negara. Disitu banyak berbagai tempat – tempat obyek pariwisata yang sangat penting, bersejarah dan mempunyai keunikan tersendiri dengan ciri khasnya masing – masing.

Tempat – tempat obyek pariwisata tersebut salah satunya adalah : “Museum Dirgantara Mandala” obyek wisata tersebut berada di kawasan Yogyakarta, di provinsi Jawa Tengah tepatnya di kawasan pangkalan udara TNI AU Adi Sucipto, kurang lebih 6 Km timur Yogyakarta.

Hal – hal yang melatar belakangi pembuatan karya tulis ini adalah :

  1. Tugas untuk melengkapi sebagian syarat Ujian Akhir Nasional (UAN) SMAN I Gondangrejo.
  2. Penulis ingin mengetahui sejarah Museum pusat TNI AU Dirgantara Mandala.
  3. Penulis ingin mengetahui keindahan Museum pusat TNI AU Dirgantara Mandala secara langsung.
  4. Penulis ingin mengetahui letak Museum pusat TNI AU Dirgantara Mandala.

B. Pembatasan Masalah

Penulis akan menjelaskan pembatasan masalah atau ruang lingkup pembahasan ini. Ruang lingkup pembahasan ini adalah keunggulan dan kelebihan obyek wisata Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala di Yogyakarta, serta hubungannya dengan dunia pendidikan.

Yang dimaksud dengan keindahan dan keunikan obyek wisata ini ada hubungannya dengan dunia pendidikan adalah tentang ciri khas dan kesan – kesan yang dapat memberikan manfaat atau menambah banyak wawasan dan pengetahuan.

Dengan demikian penulis banyak mengambil manfaat dan mengetahui yang sesungguhnya apa yang tersimpan dari obyek wisata tersebut.

C. Rumusan Masalah

Penulis akan menjelaskan keunggulan dan kelebihan obyek wisata di Yogyakarta khususnya TNI AU Dirgantara dan bagaimana bila dihubungkan dengan dunia pendidikan. Hubungannya dengan dunia pendidikan Museum Dirgantara ini merupakan pusat/ tempat yang memuat semua kegiatan dan peristiwa bersejarah dalam pertumbuhan dan perkembangan TNI AU.

Penulis dapat mengetahui dengan banyaknya koleksi para TNI yang sedang bertempur dalam melawan penjajah. Museum Dirgantara ini juga memuat banyakpesawat atau prasarana yang digunakan TNI dalam bertempur. Berbagai model pesawat dengan merk dan kode yang berbeda – beda serta penggunaannya yang berbeda – beda pula.

Keunikan dari Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala adalah memiliki pesawat – pesawat yang berasal Negara – Negara timur dan barat, yang museum – museum Negara lain tidak memiliki keunikan ini.

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan dan manfaat penulis mengadakan ke tempat obyek wisata Museum Dirgantara Mandala adalah :

  1. Penulis dapat menjelaskan dan menguraikan dari keindahan dan keunikan obyek wisata tersebut.
  2. Penulis dapat menjelaskan tentang pengaruh dan manfaat dari obyek wisata tersebut dengan dunia pendidikan.
  3. Penulis dapat menjelaskan tentang apa yang sebenarnya tersimpan dalam obyek wisata tersebut.
  4. Menambah wawasan atau pengetahuan yang luas khususnya bagi penulis sendiri dan umum bagi para pembaca yang budiman.
  5. Penulis dapat belajar dan mengasah otak dari apa yang kita lihat, kita dengar, dan kita baca untuk menimbulkan suatu gagasan atau ide dalam menciptakan/ mengembangkan suatu bakat/ kemampuan seseorang.
  6. Penulis dapat mengenang peristiwa – peristiwa dahulu dan mengajak kita untuk berfikir lebih luas dalam mengatasi dan memperbaikinya.

Demikian, tujuan dan manfaat yang dapat disebutkan oleh penulis.

E. Sistematika Karya Tulis

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

B. Pembahasan Masalah

C. Rumusan Masalah

D. Tujuan dan manfaat

E. Sistematika karya tulis

BAB II LANDASAN TEORI

A. Pariwisata

B. Pendidikan

C. Arti Penelitian menurut pakar

BAB III PEMBAHASAN ISI

A. Metodologi

A.1. Tempat dan waktu penelitian

A.2. Sumber Daya, Populasi dan sample

A.3. Teknik Pengumpulan Data

A.4. Teknik Analisis Data

B. Pembahasan

B.1. Sejarah Singkat Museum Pusat TNI AU

Dirgantara Mandala

B.2. Koleksi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala ]

a. Ruang Utama

b. Ruang Kronologis I

c. Ruang Kronologis II

d. Ruang Aiutsista

e. Ruang Paskas AU

C. Pengaruh Museum Pusat TNI Dirgantara Mandala terhadap dunia pendidikan

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan

B. Saran

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Pariwisata

v Pengertian Pariwisata

Adalah kegiatan perjalanan dengan tujuan mendapatkan kenikmatan, mencari kepuasan, ingin mengetahui sesuatu karena alasan kesehatan, berolahraga, dan kegiatan ataupun perjalanan lainnya yang tujuannya tidak untuk mencari uang.

B. Pendidikan

v Pengertian Pendidikan

Adalah daya upaya untuk memajukan perkembangan budi pekerti, pikiran dan jasmani anak – anak agar mereka sebagai manusia dan anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi – tingginya.

C. Arti Penelitian Menurut Beberapa Pakar.

v Whrtney

Penelitian adalah metode untuk menemukan kebenaran ilmiah melalui penyelidikan yang sungguh – sungguh dalam waktu yang lama.

v Willway

Penelitian adalah metode belajar yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati – hati terhadap suatu masalah sehingga diperoleh pemecahan yang tepat.

BAB III

PEMBAHASAN ISI

A. Metodologi

A.1. Tempat dan waktu penelitian

Tempat dan waktu penelitian yang dijadikan dasar bagi penulisan untuk menyusun karya tulis ini adalah bertempat di Museum TNI Pusat AU Dirgantara Mandala Yogyakarta, Jawa Tengah.

Adapun pelaksanaan atau waktu penelitian adalah hari Sabtu tanggal 2 Agustus 2008 yang diikuti kurang lebih 66 siswa-siswi dan Bapak guru.

Penulis dan rombongan berangkat pada pukul 07.00 dari sekolah dan pulang dari tempat tujuan 19.00, sampai di sekolah pukul 21.00.

A.2. Sumber Daya, Populasi dan sample

Sumber data yang diperoleh oleh penulis adalah dari buku panduan yang disediakan objek wisata tersebut dan dari apa yang kita ketahui, kita baca, dan kita dengar dari pemandu. Penulis dapat menikmati apa yang dilihat atau sajikan oleh Museum tersebut dengan berbagai populasi atau pengelompokan ruang-ruang tertentu yang memuat koleksi tersendiri.

A.3. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam menyusun karya tulis ini adalah dari berbagai sumber yang kita peroleh, yaitu dari buku panduan objek wisata, dan dari penjelasan pemandu wisata yang penulis dengar.

A.4. Teknik Analisis Data

Teknik atau cara penganalisaan data yang kita peroleh adalah setelah terkumpul menjadi data. Penulis satu padukan, dipilah-pilah yang terbaik kemudian kita susun berdasarkan sistematika penulisan dan program yang telah kita laksanakan, serta melalui pengarahan dari pembimbing.

B. Pembahasan

B.1. Sejarah Singkat Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala

Dibawah ini merupakan hal yang mendorong didirikannya museum ini :

a. Semua kegiatan dan peristiwa bersejarah dalam pertumbuhan dan perkembangan TNI AU serta semua pengorbanan para pendahulu, pejuang dan para pahlawan udara dalam membina dan merintis Angkatan Udara RI / ABRI khususnya, serta mempertahankan dan menegakkan kemerdekaan Negara dan Bangsa Indonesia perlu dilestarikan.

b. Dalam rangka pewarisan nilai-nilai 45 yakni bahwa pengabdian dan pendokumentasi tersebut perlu direalisasikan dalam bentuk visualisasi bukti sejarah agar dapat diketahui, diterima, dihayati, dan diamalkan oleh generasi penerus.

Adapun dasar pertimbangan penelitian lokasi museum berada di kawasan Yogyakarta adalah sebagai berikut ;

a. Pada peristiwa 1945 – 1949 Yogyakarta memegang peranan yang penting sebagai tempat lahir dan pusat perjuangan TNI Angkatan Udara.

b. Yogyakarta adalah tempat penggodokan Taruna-taruna Angkatan Udara Calon Perwira TNI AU.

c. Perlu pemupukan semangat minat dirgantara, nilai-nilai 45 dan tradisi juang TNI AU dengan mengacu pada semangat Neguwo

Atas dasar pertimbangan tersebut, maka Kepala Staf TNI Angkatan Udara mengeluarkan No. Kep/II/IV 1978 tanggal 17 April 1978 menetapkan bahwa museum pusat ABRI yang semula berkedudukan yang di Yogyakarta dipindah ke Yogyakarta, di intregfasikan dengan museum pendidikan / Karbol menjadi Museum Pusat TNI AU dengan memanfaatkan gedung Link Trainer di kawasan Kesatrian AKABRI Bagian Udara.

B.2. Koleksi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala.

Koleksi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala digelar sesuai dengan kronologi atau urutan peristiwa sejarah TNI AU. Adapun peristiwea memilki bukti berupa gambara divisualisasikan dalam bentuk dirama yang bersifat imajiner.

B.2.1 Ruang Utama

1. Patung empat pahlawan Nasional peristis TNI AU

· Marsekal Muda TNI Anumarta Agustinus Adisutjipto

· Marsekal Muda TNI Anumarta Prof. Dr. Abdurrahman Shaleh.

· Marsekal Muda TNI Anumarta Abdul Halim Perdana Kusuma.

· Marsekal Pertama TNI Anumerta Iswahyudi

2. Beberapa foto mantan pemimpin TNI AU :

· Laksamana Udara Suryadi Suryadarma

· (Kepala Staf TNI AU tahun 1946 – 1962

· Laksamana Muda Udara Omar Dani

· (Menteri/panglima AU tahun 1962 – 1965)

· Laksamana Muda Udara Sri Mulyono Herlambang.

· (Menteri/panglima AU tahun 1965 – 1966)

B.2.2 Ruang Kronologi I

Ruang kronologi ini memuat berbagai peristiwa sejarah dengan berbagai bukti gambar dan tertulis :

1). Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.30 Jawa Jaman Jepang/ Pukul 10.00 WIB, Ir.Soekarno didampingi Drs. Moh. Hatta atas nama Bangsa Indonesia menyatakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dirumah Jl. Pengangsaan Timur 56 Jakarta. Pada keesokan harinya PPKI dalam sidangnya telah menetapkan UUD dan memilih Presiden dan wakil Presiden

2). TKR – Jawatan Penerbangan

Pada tanggal 23 Agustus 1945 di umumkan berdirinya Badan Keamanan Rakyat (BKR). Tugas Utama BKR udara adalah bersama – sama rakyat merebut dan menguasai pangkalan udara setempat. Kegiatan yang berhasil menunjukkan eksistensi TKR Penerbangan antara lain :

· Penerbangan pertama di alam Indonesia Merdeka

· Sekolah penerbangan pertama di Maguwo

· Latihan terjun paying

3). Pembentukan TNI Angkatan Udara

a. Partisipasi TKR Jawatan dan tugas Internasional (dalam operasi ROPDA)

Tugas tentara sekutu nantinya di Indonesia

· Menerima penyerahan tentara Jepang

· Membebaskan tawanan perang serikat

Dalam kaitannya dengan dua tugas tentara tersebut, pada akhir November 1945 berlangsunglah pertandingan antara RI dengan pihak sekutu.

b. Penetapan TRI Angkatan Udara

Kegiatan – kegiatan TKR Jawatan Penerbangan seperti tersebut dari muka membuktikan adanya upaya peningkatan. Sesuai perkembangan organisasi, TKR menjadi tentara keselamatan rakyat, dan pada tanggal 24 Januari 1946 menjadi tentara Republik Indonesia, maka TKR Jawatan Penerbangan yang telah membangkitkan kepercayaan pemerintah menjadi TNI AU dan selanjutnya dikenal dengan nama AURI.

4). Semangat tekad bangsa Indonesia untuk mewujudkan pesawat terbang sendiri.

Studi dan geografi Indonesai serta dikuatkan oleh suasana perang kemerdekaan yang bercambuk, makin disadari pentingnya sarana perhubungan udara dengan kota lain perlu akan pesawat terbang, baik untuk kelancaran Pemerintahan, perekonomian, maupun pertahanan dan keamanan. Untuk mewujudkan Pesawat terbang, sejak TKR Jawatan Penerbangan ditetapkan sebagai TRI AU di bidang organisasi. Melalui bagian ini bangsa Indonesia dalam hal ini TRI AU berhasil mewujudkan pesawat buatan sendiri, yaitu pesawat layang jenis Zogung (NWG-1) selanjutnya berhasil pula diciptakan atau dibuat pesawat terbang bermesin yang kita kenal dengan registrasi pesawat WEL-1 / RI-X.

5). Replica Pesawat WEL RI-X

Type : Pesawat terbang ringan bermotor tunggal dengan tempat duduk tunggal dan sayap atas

Motor : Harles Davidson 2 silinder model tahun 1928. 15 daya kuda

Ukuran : Panjang sayap 900 meter, panjang badan 5.05 meter, tinggi 2.40 meter dan berat kosong 263 kilogram

Prestasi : Kecepatan jelajah 85 km/jam

Pesawat terbang bermotor ini merupakan pesawat bermotor hasil produksi pertama bangsa Indonesia yang dirancang dan dibuat dalam waktu 5 bulan pada tahun 1948. pembuatan dilakukan oleh biro rencana dan kontruksi markas tinggi AURI. Untuk menyatakan kebenaran hal ini maka dengan dasar desain WEL-1 / RI-X tersebut dibuat lagi replikanya pada tahun 1980 dan diterbangkan dari PU Iswahyudi-Sino-Lanud Adisutjipto kemudian dimusiumkan.

6). Pasukan Garuda Mulya

Dengan dilancarkan Agresi Militer II Belanda 19 Desember 1948 hampir seluruh pangkalan udara jatuh ke tangan Belanda. Anggota pangkalan udara Panasan segera mengatur taktik gerilya dari daerah kecamatan Jumantoro dan Gayamdompo. Pasukan ini terkenal sebagai pasukan garuda mulya yang tergabung dalam pasukan penembakan Senopati 105

7). Stasiun PHB AURI DC-2 di Playen Gunung Kidul

Dalam rangka perjuangan mempertahankan dan menegakkan kemerdekaan stasiun radio AURI DC-2 di desa Banaran Playen Gunung Kidul. Dari stasiun AURI pada Indonesia Airways di Rangoa (Birma). Dalam rangka pelestarian nilai-nilai yang juang terpetik dan peranan stasiun radio AURI DC-2 tersebut dibangunlah Monumen Radio AURI DC-2 di Banaran oleh Yayasan 19 Desember 1940 yang diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX pada tanggal 10 Juli 1984.

8). Perintis Jawatan Kesehatan TNI-AU

a. Opsir Udara 1 Doktor Isnawan

b. Laksamana Muda Udara Doktor Suhardi Hardjo Lukito

c. Laksamana Muda Udara Doktor Salamun

B.2.3. Ruang Kronologi II

Pendidikan kader-kader AURI di dalam dan di luar negeri :

a. Sekolah penerbangan lanjut di Andir dan Kalijati

Dalam rangka pembinaan kekuatan udara untuk mengamankan wilayah RI dibutuhkan Sekolah Penerbngan Lanjut (SPL) di pangkalan udara Andir (Bandung). Angkatan ke 1 SPL Primary Training dengan pesawat T-6 / AT-16 Angkatan ke-III SPL adalah kelas terakhir yang diselenggarakan di Andir (Husein Sastranegara), atas pertimbangan histories SPL dipindahkan ke Lanut Adi Sutjipto tahun 1959

b. Pengirim kadet-kadet ke luar negeri

Selain pendidikan SPL di dalam negeri, maka pada tahun 1950 dikirimkan pula 90 kadet untuk mengikuti pendidikan penerbangan pada Taiva Academy of Meronauties di Dekland California. Tahun 1951 para kadet kembali pulang ke Indonesia

Pembentukan skadran TNI AU tahun 1950

a. Skadran 1 (pembom) pesawat B-52 / Mitchel di Halim Perdana Kusuma

b. Skadran 2 (angkut) pesawat C-47 / Dakota di

c. Skadran 3 (tempur) pesawat P-51 / Mustang di

d. Skadran 4 (lantai darat) pesawat Auster di Bogor

e. Skadran 5 (lantai laut) pesawat PBY-5a / Catalina di Halim Perdana Kusuma

f. Skadran 6 (larih) pesawat L-4 / Piper Cup di Husein Sastra Negara

B.2.4. Ruang Alutsista

1. Mitsubisi AG M5 Zero Sen

Negara Asal : Jepang

Jenis : Pemburu Taktis

Buatan tahun : 1938

Panjang sayap : 11 m

Panjang badan : 9,06 m

Berat maxsimum : 2,744 kg

Kecepatan maxsimum : 570 km/jam

Akomodasi : 1 awak pesawat

Sejarah :

1941 : Pertama kali dipergunakan Jepang dalam perang melawan Amerika di Jepang

1942 – 1945 : Dalam perang di Pasifik melawan Sekutu, Zero berpangkalan di daerah Irian Barat

1984 : Diabadikan di Museum Ousat TNI AU Dirgantara Mandala.

2. Glider kampret

Negara asal : Indonesia

Panjang badan : 5,45 m

Panjang sayap : 13,36 m

Tinggi : 1,31 m

Berat kosong : 170 kg

Berat dengan isi : 250 kg

Penerbang dan parasut

Cepat jelajah : 60 km/jam

Cepat mendarat : 40 km/jam

3. BT - 13 Valiant

Negara asal : Amerika serikat

Buatan tahun : 1940

Jenis : Pesawat Latih Dasar

Pabrik : Valter Aircraft Inc.

Motor : 450 HP. P dan K R-985-AN-I

Panjang sayap : 12,80 m

Panjang pesawat : 8,87 m

Tinggi pesawat : 3,5 m

Berat kosong : 1,531 kg

Kecepatan maksimum : 293 km/jam

Jarak jelajah : 1.167 km

4. DH – 115 Vampire

Negara asal : Inggris

Jenis : Pesawat Latih Jet

Panjang sayap : 11,6 m

Panjang pesawat :10,5 m

Kecepatan maksimum : 885 km/jam

Tinggi terbang : 12.200 m

Berat kosong : 5.060 kg

Persenjataan : 4 buah cannon 20 mm, dapat di persenjatai pula dengan roket dan 60m

5. Peluru Kendali KS

Negara asal : Uni Soviet

Jenis : Rudal Udara ke darat

Sasaran : Kapal Laut, gedung, Pabrik

Jarak tembak : 70 km – 110 km

Tinggi tembak : 15.000 m dari permukaan laut

Pengendali : Aktif Homing

Motor : Turbo Jet

Berat roket : 3.250 kg

Daerah kerusakan : 3 – 8 km

Sejarah

1962 – 1963 : Operasi Trikora

1963 : Operasi Dwikora

B.2.5. Ruang Paskhas AU

1. Sisa Operasi Trikora

Sisa – sisa gerakan Tjepat (PGT) yang gugur dalam melaksanakan Operasi Trikoram dalam rangka perebutan kembali wilayah Irian Barat kepangkuan Republik Indonesia.

a. Oleh : Penduduk setempat

b. Tanggal : 27 Mei 1992

c. Tempat : Gunung Madagma kecamatan Pasir Kabupaten Fak – Fak Irian Barat.

2. Meriam PSU (Canon)

Negara asal : Swedia

Merk pabrik : Bafors

Kaliber/Tipe : 40 m / 260

Tahun pembuatan : 1962

Berat : 1586

Panjang laras : 2,5 m

Kecepatan tembak : 2742 m

Kecepatan awak : 873 m/detik

C. Pengaruh Museum Pusat TNI AU Dirgantara di Yogyakarta Terhadap Dunia Pendidikan.

Dengan adanya Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala sangat berpengaruh terhadap dunia pendidikan bagi para pelajar diantaranya :

1. Dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala.

2. Menumbuhkan dan meningkatkan jiwa patriotisme

3. Menumbuhkan rasa peduli

4. Banyak memberi pelajaran melalui sejarah

5. Menumbuhkan rasa menghargai hasil karya orang lain.

6. Dapat mengetahui peninggalan – peninggalan bersejarah yang berupa pesawat terbang.

BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari uraian diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa obyek wisata di Yogyakarta sangat berpengaruh pada dunia pendidikan, yang salah satu obyeknya yaitu Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala. Museum tersebut banyak memberikan pengetahuan bagi pengunjung karena disitu banyak peristiwa bersejarah, sehingga bisa mengenang dan menambah pengetahuan luas.

B. Saran

1. Mengingat bahwa Yogya merupakan salah satu obyek wisata, maka penulis menyarankan pada pembaca khususnya siswa – siswa SMAN I Gondangrejo untuk berkunjung kesana karena selain obyek wisatanya menarik dan menambah pengetahuan, juga letaknya yang strategis, mudah dijangkau serta biayanya yang murah.

2. Agar lebih meningkatkan informasi tentang keberadaan Museum kepada pelajar sehingga menambah pengetahuan sejarah pada khususnya dan berwawasan dalam kebudayaan Nasional pada Umumnya.

3. Agar lebih meningkatkan informasi keberadaan Museum Dirgantara Mandala kepada khalayak umum terutama pelajar guna menambah pengetahuan sejarah pada khususnya dan kebudayaan Nasional pada umumnya. Selain ini juga himbauan kepada lembaga yang bersangkutan untuk merawat dan melestarikan peninggalan sejarah


DAFTAR PUSTAKA

· Purnomo, Djoko. 1999. Panduan Museum TNI AU Dirgantara Mandala. Yogyakarta : Museum Dirgantara.

· Kamus Besar Bahasa Indonesia


No comments:

Post a Comment